AIR SUSU IBU

  1. ASI merupakan makanan dan minuman terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan. Tidak perlu makanan dan minuman lain, bahkan air pun tidak diperlukan oleh bayi pada periode ini.
  2. Bayi baru lahir harus segera diletakkan di dada ibunya setelah dilahirkan. Bayi harus mendapatkan kontak kulit langsung dengan ibunya dan bayi mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir.
  3. Hampir semua ibu dapat menyusui dengan baik. Menyusui bayi sesuai keinginan bayi dapat menghasilkan produksi ASI lebih banyak. Bayi harus disusui semau bayi tanpa dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi.
  4. Menyusui dapat melindungi bayi dan anak terhadap penyakit berbahaya. Menyusui dapat juga ikatan kasih sayang (bonding) antara ibu dan anak.
  5. Memberikan ASI atau susu dengan menggunakan botol dan memberikan produk pengganti ASI seperti susu formula, atau susu yang berasal dari hewan dapat mengancam kesehatan bayi dan kelangsungan hidup bayi. Apabila ibu tidak dapat menyusui anaknya karena alasan medis, maka bayi dapat diberi ASI yang diperah, dan hanya bila terpaksa dapat diberi produk pengganti ASI yang disajikan dengan menggunakan cangkir bersih.
  6. Seorang ibu yang terinfeksi HIV mempunyai risiko untuk menularkan infeksi tersebut kepada anaknya melalui pemberian ASI. Bayi usia 0 – 6 bulan memiliki risiko yang jauh lebih besar jika diberi ASI, cairan lain dan makanan, dibandingkan dengan bayi yang hanya diberi ASI saja. Karena itu disarankan, bayi cukup menerima ASI saja selama enam bulan pertama, kecuali jika pemberian pengganti ASI (susu formula) dipandang sebagai hal yang dapat diterima, memungkinkan, terjangkau, berkelanjutan dan aman.
  7. Seorang ibu yang bekerja jauh dari rumahnya dapat melanjutkan menyusui anaknya. Ibu harus menyusui bayinya sesering mungkin pada saat bersama-sama dengan bayinya, dan memerah ASInya jika mereka terpisah, agar pengasuhnya dapat memberikan ASI tersebut dengan cara yang bersih dan aman.
  8. Mulai usia enam bulan, ketika bayi mulai belajar makan, pemberian ASI harus tetap dilanjutkan sampai usia dua tahun atau lebih, karena ASI merupakan sumber zat gizi, tenaga dan memberikan perlindungan terhadap penyakit.
Advertisements

PERKEMBANGAN ANAK DAN PEMBELAJARAN USIA DINI

  1. Usia dini, terutama usia tiga tahun pertama, masa yang sangat penting bagi pembentukan otak bayi. Segala yang ia lihat, raba, cicipi, cium atau dengar akan berpengaruh terhadap bagaimana otak berpikir, merasa, bergerak dan belajar.
    Bayi belajar dengan pesat sejak ialahir. Mereka tumbuh dan belajar dengan baik, jika kedua orang tua penuh perhatian, serta para pengasuh memberikan perhatian, kasih sayang, dan rangsangan di samping gizi yang baik, perawatan kesehatan yang memadai serta perlindungan.
  2. Mendorong anak untuk bermain dan melakukan penjelajahan, membantu anak untuk belajar dan berkembang, baik dari aspek sosial, emosi, fisik dan intelektualnya. Semuanya ini akan sangat membantu agar anak siap untuk sekolah.
  3. Anak belajar tentang bagaimana berperilaku (secara sosial dan emosional) dengan cara meniru perilaku orang yang paling dekat dengan mereka.
  4. Memasuki sekolah dasar pada waktunya sangat penting bagi kelangsungan perkembangan anak. Dukungan orang tua, atau pengasuh, guru dan masyarakat merupakan hal yang sangat penting.
  5. Semua anak tumbuh dan berkembang dalam pola yang sama, tetapi setiap anak berkembang sesuai dengan kemampuannya. Setiap anak memiliki minat sendiri, perangai sendiri, dan cara berinteraksi sosial serta pendekatan khas terhadap pembelajaran.

Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

  1. Remaja puteri yang sehat dan berpendidikan serta mendapatkan asupan gizi yang cukup selama masa kanak-kanak sampai remaja akan mengalami masa kehamilan yang sehat, persalinan yang aman, dan cenderung memiliki bayi sehat jika usia melahirkan dimulai setelah usia 18 tahun.
  2. Risiko yang terkait dengan usia melahirkan, bagi seorang ibu dan bayinya dapat dikurangi secara bermakna, jika sebelum hamil, ibu berada dalam keadaan sehat dan bergizi baik. Selama dalam masa hamil dan menyusui semua ibu memerlukan makanan bergizi, lebih banyak makan, lebih banyak istirahat dari biasanya, tablet tambah darah atau beberapa suplemen mikronutrien, walaupun mereka telah mengonsumsi makanan yang diperkaya, garam beryodium untuk menjamin perkembangan mental bayi.
  3. Setiap kehamilan adalah istimewa. Untuk menjamin kehamilan yang sehat dan aman semua ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya paling sedikit empat kali. Ibu hamil beserta keluarganya harus mampu mengenali tanda-tanda persalinan dan tanda bahaya kehamilan. Mereka harus memiliki rencana persalinan dan pencegahan komplikasi untuk mendapatkan pelayanan serta pertolongan tenaga kesehatan.
  4. Saat persalinan merupakan periode kritis bagi ibu dan bayinya. Setiap ibu bersalin harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih yaitu dokter dan atau bidan, serta merujuk kepada pelayanan spesialis jika terjadi komplikasi.
  5. Pelayanan pasca persalinan bagi ibu dan bayinya akan mengurangi risiko komplikasi dan membantu keluarga untuk mendapatkan bayi yang sehat. Ibu dan bayinya harus diperiksa secara teratur setelah persalinan. Jika terjadi komplikasi, pemeriksaan dilakukan lebih sering
  6. Seorang ibu yang sehat, proses persalinan yang aman, perhatian dan perawatan dasar bagi bayi baru lahir, keluarga yang menyayangi, serta lingkungan rumah yang bersih akan sangat membantu daya tahan dan kesehatan bayi baru lahir, serta kelangsungan hidupnya.
  7. Merokok, minum-minuman beralkohol, Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), racun, dan bahan pencemar lainnya berbahaya untuk ibu hamil, perkembangan janin, bayi dan anak.
  8. Kekerasan terhadap ibu merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dalam hampir setiap kelompok masyarakat. Bagi seorang ibu hamil, kekerasan sangat membahayakan baik bagi ibu maupun kehamilannya. Kekerasan dapat meningkatkan risiko keguguran, atau melahirkan prematur, dan berpotensi untuk melahirkan bayi berat badan rendah.
  9. Di tempat kerja, ibu hamil dan ibu menyusui harus dilindungi dari diskriminasi dan pemaparan terhadap risiko kesehatan serta diberikan waktu untuk menyusui. Mereka berhak mendapatkan cuti, perlindungan ketenagakerjaan, jaminan kesehatan dan jika memungkinkan bantuan uang tunai.
  10. Setiap perempuan berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas, terutama bagi ibu hamil dan ibu yang baru bersalin. Setiap petugas kesehatan seharusnya memiliki kompetensi teknis dan peka terhadap adat istiadat setempat dan harus memperlakukan semua perempuan termasuk remaja puteri dengan penuh penghargaan.

Pengaturan Kelahiran

1. Hamil sebelum usia 18 tahun atau di atas 35 tahun akan meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayinya.
2. Untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, seorang ibu sebaiknya menunda kehamilan berikutnya sampai anaknya yang terakhir berusia minimal dua tahun.
3. Risiko kesehatan selama kehamilan dan persalinan akan semakin meningkat, jika seorang ibu terlalu sering hamil.
4. Pelayanan KB memberikan pasangan suami istri pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan kapan akan mulai punya anak, berapa jumlah anak yang akan dimiliki, berapa tahun jarak usia antara anak, dan kapan akan berhenti melahirkan. Terdapat banyak pilihan alat kontrasepsi yang aman, efektif dan dapat diterima untuk mencegah kehamilan.
5. Setiap pria dan wanita usia subur berhak mendapatkan informasi dan pelayanan KB serta bertanggung jawab terhadap KB. Mereka perlu mengetahui tentang manfaat KB bagi kesehatan dan berbagai pilihan yang tersedia.

Selamat Datang di Informasi Seputar Kesehatan

Penuntun Hidup Sehat disusun sebagai sebuah sumber yang sangat penting bagi mereka yang paling memerlukan. Buku ini berisi berbagai informasi penting tentang bagaimana mencegah kematian anak dan ibu, berbagai penyakit, cedera, dan kekerasan.

Sejak Buku Penuntun Hidup Sehat ini mulai diterbitkan pada 1989, tidak terhitung jumlah keluarga serta warga masyarakat yang telah mempraktikkan berbagai pesan buku ini dalam kehidupan mereka. Usaha selama bertahun-tahun ini telah menyumbang terhadap kemajuan signifikan dalam berbagai indikator global dalam bidang kesehatan, pendidikan, usia harapan hidup, kesakitan dan kematian anak serta ibu. Banyak dari hasil ini diperoleh melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat sehingga mereka mempraktikkan perilaku yang dapat meningkatkan keberlangsungan hidup, pertumbuhan, pembelajaran, perkembangan, serta perlindungan anak, di samping pada saat yang sama juga mempromosikan hak anak dan perempuan

pesan utama

  1. Kesehatan perempuan dan anak dapat ditingkatkan secara bermakna apabila kelahiran berjarak paling sedikit dua tahun antara kelahiran anak terakhir dengan awal kehamilan berikutnya. Kesehatan Ibu dan Anak akan semakin berisiko, apabila kehamilan terjadi dibawah usia 18 tahun, atau di atas usia 35 tahun. Pria dan perempuan termasuk para remaja harus tahu manfaat keluarga berencana sehingga mereka dapat melakukan pilihan yang tepat.
  2. Semua perempuan hamil harus mengunjungi petugas kesehatan terlatih untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan dan pasca kelahiran, dan semua kelahiran harus ditolong oleh petugas terlatih. Semua perempuan hamil dan keluarganya harus mengetahui tanda-tanda dari berbagai masalah selama dan sesudah kehamilan, serta tahu berbagai pilihan untuk mendapatkan pertolongan. Mereka juga harus punya rencana dan sumber daya untuk mendapatkan pertolongan kelahiran oleh tenaga ahli, dan pertolongan darurat jika diperlukan.
  3. Anak mulai belajar sejak dilahirkan. Mereka akan tumbuh dan belajar dengan baik, apabila mereka mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan rangsangan, disamping asupan gizi yang baik, dan perawatan kesehatan yang memadai. Mendorong anak laki-laki dan perempuan untuk bersama-sama mengamati dan mengekspresikan diri, serta bermain dan mengeksplorasi sangat membantu mereka untuk belajar dan berkembang, baik secara sosial, fisik, emosional dan intelektual.
  4. Air Susu Ibu saja adalah makanan dan minuman terbaik untuk bayi sampai dengan usia enam bulan. Setelah usia enam bulan, bayi memerlukan makanan tambahan bergizi lainnya, disamping tetap memberikan ASI sampai dengan usia 2 tahun atau lebih.
  5. Kurang gizi pada perempuan hamil atau pada anak dibawah usia 2 tahun dapat memperlambat perkembangan mental dan fisiknya. Anak memerlukan keseimbangan asupan makanan yang meliputi protein, tenaga, vitamin dan berbagai mineral seperti zat besi dan vitamin A, agar perkembangan dan kesehatannya terjaga dengan baik. Sejak lahir sampai dengan usia satu tahun anak harus ditimbang setiap bulan, sedangkan bagi anak usia satu sampai dua tahun ditimbang sekurang-kurangnya setiap tiga bulan. Jika seorang anak terlihat kurang tumbuh, maka anak tersebut harus segera diperiksa oleh petugas kesehatan terlatih.
  6. Setiap anak berusia 1-2 tahun harus mendapatkan satu paket imunisasi secara lengkap untuk melindungi mereka terhadap berbagai penyakit yang dapat menyebabkan terlambatnya pertumbuhan, cacat, atau meninggal. Semua perempuan usia subur termasuk remaja harus dilindungi dari tetanus untuk keselamatan mereka sendiri atau bayi yang akan dikandungnya kelak. Secara keseluruhan, lima dosis vaksin tetanus harus diberikan untuk perlindungan selama hidupnya. Bagi ibu hamil yang belum mendapatkan lima dosis vaksin tetanus, harus mendapatkan booster.
  7. Anak yang terserang diare harus mendapatkan cairan yang benar dalam jumlah yang cukup – Air Susu Ibu – dan larutan Oralit. Bagi anak yang berusia lebih dari enam bulan, perlu ditambahkan pemberian makanan dan minuman bergizi. Zinc harus diberikan untuk mengurangi kerusakan jaringan tubuh akibat diare. Jika diarenya bercampur darah, atau terlalu sering dan sangat cair, maka anak dalam keadaan bahaya dan harus segera dibawa kepada petugas kesehatan terlatih untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.
  8. Hampir sebagian besar anak yang menderita batuk atau flu akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi jika seorang anak batuk dan demam, bernafas cepat dan sulit, maka ia harus segera dibawa kepada petugas kesehatan terlatih untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.
  9. Banyak penyakit yang dapat dicegah melalui praktik hidup bersih seperti mencuci tangan dengan sabun dan air (atau penggantinya seperti abu dan air) setelah buang air besar atau membersihkan anak yang baru selesai buang air besar, menggunakan toilet yang bersih, membuang kotoran jauh dari lingkungan tempat bermain dan sumber air, mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, menggunakan air bersih dari sumber yang aman, serta merebus air minum sampai mendidih, serta menjaga makanan dan minum tetap bersih.
  10. Malaria, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk sangat berbahaya. Di daerah endemis malaria orang harus tidur dengan menggunakan kelambu berinsektisida. Anak yang demam harus diperiksa oleh petugas kesehatan terlatih untuk mendapatkan pengobatan dan dilap dengan air dengan suhu normal. Sementara itu ibu hamil di daerah endemis malaria harus minum pil anti malaria seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan.
  11. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), sebuah penyakit yang dapat dicegah, diobati tetapi tidak dapat disembuhkan. HIV ditularkan melalui hubungan seks yang tidak dilindungi, dengan orang yang sudah terinfeksi HIV, serta ditularkan melalui seorang ibu hamil yang sudah terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya, anak yang dilahirkannya, atau anak yang disusuinya, atau melalui darah dengan jarum suntik atau benda tajam lainnya yang sudah terkontaminasi HIV, melalui transfusi darah yang sudah terkontaminasi HIV. Memberikan penyuluhan kepada semua orang tentang HIV, mengurangi cap buruk serta diskriminasi harus dimasukkan sebagai bagian dari komunikasi, informasi dan edukasi tentang pencegahan HIV, test, dan pengobatan. Diagnosis awal dan pemberian pengobatan kepada anak serta orang dewasa merupakan upaya yang dapat lebih memberikan jaminan untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. Anak dan keluarga yang tertular HIV harus memperoleh akses pelayanan kesehatan yang ramah anak, serta perawatan gizi dan pelayanan kesejahteraan sosial. Semua penderita HIV harus tahu hak-hak mereka. gizi dan pelayanan kesejahteraan sosial. Semua penderita HIV harus tahu hak-hak mereka.
  12. Remaja puteri dan putera harus secara setara mendapatkan perlindungan di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Jika lingkungan tersebut tidak melindungi, maka anak-anak akan menjadi lebih tidak berdaya terhadap kekerasan, penggunaan obat terlarang, eksploitasi seks, penjualan orang, menjadi pekerja anak, praktik yang berbahaya, dan diskriminasi. Hidup dalam keluarga, mendaftarkan untuk mendapatkan akta kelahiran, mendapatkan akses kepada pelayanan dasar, memberikan perlindungan dari kekerasan, sistem keadilan yang bersahabat kepada anak yang didasarkan kepada hak anak-anak, keterlibatan secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi mereka sendiri adalah merupakan dasar penting bagi penciptaan lingkungan yang melindungi sehingga nantinya anak-anak mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
  13. Banyak cedera serius yang dapat mengakibatkan kecacatan, atau kematian dapat dicegah jika orang tua atau pengasuhnya mengawasi anak-anak mereka dengan hati-hati, serta menjaga lingkungan agar tetap aman, dan mengajarkan mereka bagaimana mencegah kecelakaan dan cedera.
  14. Keluarga dan masyarakat harus siap untuk keadaan darurat. Dalam bencana alam, konflik, epidemi atau pandemi, anak-anak dan perempuan harus mendapatkan perhatian terlebih dahulu, termasuk pelayanan kesehatan dasar, gizi yang memadai, membantu agar bayi mendapatkan Air Susu Ibu, perlindungan dari kekerasan, penggunaan obat terlarang dan eksploitasi. Anak-anak harus memperoleh kesempatan untuk melakukan rekreasi, dan belajar di sekolah yang aman, sekolah yang ramah anak serta ruang yang dapat memberikan mereka rasa normal dan stabil. Anak-anak harus dirawat oleh orang tua mereka, atau kerabat yang sudah dewasa sehingga mereka merasa aman.

TUJUAN

Buku Penuntun Hidup Sehat bertujuan untuk menyajikan informasi yang diperlukan oleh keluarga, dan masyarakat untuk menyelamatkan serta meningkatkan kehidupan anak. Para orang tua, termasuk kakek dan nenek serta para pengasuh dan remaja dapat menggunakan isi pesan buku ini untuk menjawab berbagai pertanyaan anak-anak sejak dalam kandungan dan memulai kehidupan awal yang terbaik.

Tantangannya adalah bagaimana untuk meyakinkan bahwa setiap orang tahu dan paham tentang fakta dalam buku ini serta mau mempraktikkannya. Berbagai isi pesan yang ada dalam buku Penuntun Hidup sehat ini didasarkan kepada kajian ilmiah paling mutakhir, karya para ahli pertumbuhan anak dan medis seluruh dunia. Fakta disajikan dalam bahasa yang sederhana, sehingga mudah untuk dipahami dan dilakukan oleh orang awam walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan sekalipun. Dengan demikian banyak kehidupan yang dapat diselamatkan.

Isi pesan buku Penuntun Hidup Sehat, juga disusun dengan mengacu kepada hak azasi manusia, yaitu the Convention on the Rights of the Child and the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women. Semua isi pesannya diharapkan mampu membantu setiap orang untuk memenuhi hak anak-anak. Di samping itu isi pesannya diharapkan dapat pula membantu para perempuan dan remaja untuk melaksanakan dan menyuarakan hak mereka.

Setiap orang seperti petugas kesehatan, guru, pekerja sosial, penyiar, wartawan, pemuka agama, tokoh politik, ibu, ayah, kakek-nenek, anggota keluarga yang lain, kawan, tetangga, mahasiswa, tua, muda, laki-laki dan perempuan dan lain-lain, dapat membantu untuk menyampaikan isi pesan Penuntun Hidup Sehat.

Pengantar Perwakilan UNICEF di Indonesia

Sejak Facts for Life, atau judul bahasa Indonesianya “Penuntun Hidup Sehat“ diterbitkan lebih dari 20 tahun yang lalu, Indonesia telah mencapai kemajuan yang berarti di bidang pendidikan serta kesehatan ibu dan anak. Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan bahwa Indonesia mencapai Tujuan Pembangunan Milenium dan mencapainya berdasarkan prinsip keadilan, sehingga tidak ada anak, laki-laki maupun perempuan, serta ibu, yang tertinggal. Hal ini membutuhkan peran serta aktif dan komitmen dari semua unsur masyarakat termasuk lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi profesi, anggota masyarakat, dan tidak kalah penting, media.

Penuntun Hidup Sehat adalah alat bantu yang berguna untuk mendukung upaya ini. Ini adalah bacaan wajib bagi promotor kesehatan, kader, pemuka agama, pendidik sebaya, guru dan praktisi media. Jika dipraktikan, ia dapat menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang berbagai masalah dan tindakan yang dapat meningkatkan derajat kehidupan perempuan dan anak-anak. Edisi keempat ini mencakup berbagai topik dari kesehatan ibu dan bayi baru lahir, gizi, perkembangan anak usia dini, sampai perlindungan anak. Inilah cara memandang anak secara menyeluruh, yang berarti bahwa agar anak-anak bisa mewujudkan potensinya secara optimal, mereka harus diberi perawatan, gizi, perlindungan dan pendidikan yang baik. Ini menuntut kerja sama antara berbagai lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain pada tingkat nasional dan daerah.

Buku ini seyogyanya menjadi dokumen yang hidup, yang pesan-pesannya diperbincangkan dengan masyarakat, dan isinya disebarluaskan ke setiap penjuru, oleh setiap orang dan lembaga yang ingin memperbaiki kehidupan anak Indonesia. Cahayanya harus menerangi mereka yang hidup di tempat terpencil, kaum minoritas, dan kelompok yang paling rentan. Ini adalah Penuntun Hidup bagi semua orang.

Efektifitas suatu alat bantu diukur dari hasil yang dicapainya. Hasil tersebut tergantung kepada yang menggunakannya. Saya berharap bahwa Penuntun Hidup Sehat akan menjadi tindakan dan diadaptasikan secara kreatif dan penuh semangat agar dampaknya maksimal – dengan memperhatikan kepentingan dan prioritas setempat, keragaman budaya dan tradisi di setiap propinsi, kabupaten, kota, masyarakat, desa dan keluarga di Indonesia.

Penuntun Hidup Sehat adalah publikasi global, dikembangkan dengan masukan dari UNAIDS, UNDP, UNESCO, UNFPA, UNICEF, WHO dan Bank Dunia. Versi Indonesia ini terbit berkat dukungan dari Kemenkes yang memimpin proses adaptasinya. Kami menghargai sumbangsih dari Kementerian PP dan PA, Kemensos, BKKN, KPAI, BNPB, Dinkes dari Propinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Jawa Barat. Terimakasih kami ucapkan bagi peran serta Aisyiah, IBI, IDAI, BKMT, dan PPNI. Inilah wujud kemitraan bagi kehidupan.

Kami berharap Anda dapat memberikan sumbangsih dengan mempraktikan pesan Tuntunan Hidup Sehat ini dalam kehidupan sehari-hari.

Jakarta, Juli 2010
Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia

Angela Kearney

Pengantar dari Menteri Kesehatan RI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya menyambut baik terbitnya edisi ke empat buku Penuntun Hidup Sehat yang merupakan pengembangan dan adaptasi dari buku Facts For Life edisi ke empat. Buku Facts For Life ini telah dipublikasikan UNICEF sejak tahun 1989, dan pemanfaatannya memberikan dampak positif yang ditunjukan dengan perubahan berbagai indikator global seperti kesehatan, pendidikan, usia harapan hidup, angka kesakitan dan kematian anak dan ibu. Hal tersebut dicapai melalui upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih  dan sehat sehingga dapat meningkatkan daya tahan, pertumbuhan, perkembangan serta perlindungan anak, disamping mempromosikan hak anak dan perempuan.

Pemerintah mempunyai komitmen yang kuat untuk pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), termasuk komitmen dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Hasil yang dicapai dapat terlihat pada indikator kesehatan anak dan bayi yang menunjukkan kecenderungan membaik dan jika terus membaik, maka pada tahun 2015 nanti target dapat tercapai. Namun upaya penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) terkait target MDGs di tahun 2015 ini tidak bisa hanya dikawal oleh pemerintah saja. Partisipasi kelompok profesional, dunia usaha, dan masyarakat luas juga sangat menentukan keberhasilan pencapaian tersebut.

Pesan buku Penuntun Hidup Sehat ini sejalan dengan amanat tentang hak azasi manusia yang dimuat dalam the Convention on the Rights of the Child and the Convention on the Elimination of All Form of Discrimination Against Women. Penerbitan buku ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah kebiasaan serta perilaku masyarakat agar meningkatkan dan menyelamatkan kehidupan anak. Hal ini diharapkan akan membawa perubahan positif pada tata nilai dan keyakinan sosial tentang kehidupan, pertumbuhan, pembelajaran, perkembangan, perlindungan, perawatan dan dukungan bagi anak. Informasi yang dimuat dalam buku ini seyogyanya disebarluaskan juga kepada keluarga, petugas kesehatan, guru, kelompok remaja, kelompok wanita, petugas pemerintah, swasta, media massa, LSM, dan organisasi keagamaan.

Terima kasih saya sampaikan kepada Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Perwakilan UNICEF di Indonesia, Perwakilan WHO di Indonesia, jajaran lintas sektor dan lintas program terkait, organisasi profesi, LSM, dan kontributor yang telah menuangkan pemikirannya sehingga buku Facts for Life edisi ke empat ini dapat dikembangkan dan diadaptasi sesuai dengan budaya Indonesia.

Saya berharap buku ini menjadi acuan bagi mereka yang memiliki kepedulian pada keselamatan dan kesejahteraan anak. Semoga berbagai pesan yang terkandung di dalam buku ini bermanfaat bagi para pembacanya.

Wasaalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, Juni 2010
Menteri Kesehatan RI

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH

Pengantar dari Menteri Kesehatan RI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya menyambut baik terbitnya edisi ke empat buku Penuntun Hidup Sehat yang merupakan pengembangan dan adaptasi dari buku Facts For Life edisi ke empat. Buku Facts For Life ini telah dipublikasikan UNICEF sejak tahun 1989, dan pemanfaatannya memberikan dampak positif yang ditunjukan dengan perubahan berbagai indikator global seperti kesehatan, pendidikan, usia harapan hidup, angka kesakitan dan kematian anak dan ibu. Hal tersebut dicapai melalui upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih  dan sehat sehingga dapat meningkatkan daya tahan, pertumbuhan, perkembangan serta perlindungan anak, disamping mempromosikan hak anak dan perempuan.

Pemerintah mempunyai komitmen yang kuat untuk pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), termasuk komitmen dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Hasil yang dicapai dapat terlihat pada indikator kesehatan anak dan bayi yang menunjukkan kecenderungan membaik dan jika terus membaik, maka pada tahun 2015 nanti target dapat tercapai. Namun upaya penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) terkait target MDGs di tahun 2015 ini tidak bisa hanya dikawal oleh pemerintah saja. Partisipasi kelompok profesional, dunia usaha, dan masyarakat luas juga sangat menentukan keberhasilan pencapaian tersebut.

Pesan buku Penuntun Hidup Sehat ini sejalan dengan amanat tentang hak azasi manusia yang dimuat dalam the Convention on the Rights of the Child and the Convention on the Elimination of All Form of Discrimination Against Women. Penerbitan buku ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah kebiasaan serta perilaku masyarakat agar meningkatkan dan menyelamatkan kehidupan anak. Hal ini diharapkan akan membawa perubahan positif pada tata nilai dan keyakinan sosial tentang kehidupan, pertumbuhan, pembelajaran, perkembangan, perlindungan, perawatan dan dukungan bagi anak. Informasi yang dimuat dalam buku ini seyogyanya disebarluaskan juga kepada keluarga, petugas kesehatan, guru, kelompok remaja, kelompok wanita, petugas pemerintah, swasta, media massa, LSM, dan organisasi keagamaan.

Terima kasih saya sampaikan kepada Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Perwakilan UNICEF di Indonesia, Perwakilan WHO di Indonesia, jajaran lintas sektor dan lintas program terkait, organisasi profesi, LSM, dan kontributor yang telah menuangkan pemikirannya sehingga buku Facts for Life edisi ke empat ini dapat dikembangkan dan diadaptasi sesuai dengan budaya Indonesia.

Saya berharap buku ini menjadi acuan bagi mereka yang memiliki kepedulian pada keselamatan dan kesejahteraan anak. Semoga berbagai pesan yang terkandung di dalam buku ini bermanfaat bagi para pembacanya.

Wasaalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, Juni 2010
Menteri Kesehatan RI

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH